Sekjen NATO minta Zelenskyy pulihkan hubungan dengan Trump

Wilayah Moskow – Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte pada Hari Sabtu (1/3) memohon Presiden negeri Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk memulihkan hubungannya dengan Presiden Negeri Paman Sam Donald Trump setelahnya keduanya terlibat pertengkaran di tempat Ruang Oval Gedung Putih.
"Penting bagi Presiden Zelenskyy untuk menemukan cara memulihkan hubungannya dengan Presiden Amerika dan juga dengan kelompok kepemimpinan senior Amerika. Saya mengkaji hal ini kemarin dengan Zelenskyy," kata Rutte untuk BBC Inggris.
Dia mengumumkan insiden itu "disayangkan".
Sebelumnya pada hari terakhir pekan (28/2), pembicaraan antara Trump kemudian Zelensky mengenai penyelesaian konflik di dalam negeri Ukraina berakhir dengan kegagalan setelahnya merek terlibat pertengkaran dalam Ruang Oval lalu diliput secara langsung oleh media.
Para pejabat senior Amerika Serikat kemudian memohon delegasi tanah Ukraina meninggalkan Gedung Putih kemudian konferensi pers Trump-Zelenskyy dibatalkan.
Trump juga membatalkan penandatanganan perjanjian mineral tanah jarang antara Negeri Paman Sam juga Ukraina.
Menurut Rutte, Zelenskyy harus menghormati apa yang telah dilakukan dijalankan Trump untuk Ukraina, termasuk pengiriman senjata selama masa jabatan Trump yang digunakan pertama sebagai Presiden AS.
Setelah pertengkaran pada Gedung Putih itu, Zelenskyy mengungkapkan pada wawancara dengan Fox News bahwa dirinya yakin tak melakukan kesalahan apa pun serta menolak mengajukan permohonan maaf terhadap Trump.
Namun, Zelenskyy mengaku yakin hubungannya dengan Presiden Negeri Paman Sam itu bisa jadi dipulihkan.
"Ya, tentu saja, akibat hubungan ini lebih tinggi dari sekadar hubungan dua presiden," kata Zelenskyy di wawancara itu.
Sumber: Sputnik-OANA






