Tentara Sudan Kuasai Istana Kepresidenan, Pemberontak Masih Tebar Ancaman

KHARTOUM – Tentara Sudan merebut kendali penuh berhadapan dengan istana presiden dalam pusat kota Khartoum pada hari Jumat. Itu menjadi keuntungan besar di konflik dua tahun dengan kelompok bersenjata saingan yang tersebut telah terjadi mengancam akan membagi negara tersebut.
Pasukan Paramiliter Rapid Support Forces (RSF) mengungkapkan beberapa jam kemudian bahwa merek tetap saja berada di area sekitar istana, kemudian sudah melancarkan serangan yang mana telah terjadi menewaskan puluhan tentara di tempat dalamnya.
Sumber-sumber militer menyatakan para pejuang berada sekitar 400 meter jauhnya. Mereka menyatakan pasukan tentara telah terjadi mengalami serangan pesawat nirawak yang mana menewaskan beberapa tentara juga tiga wartawan dari televisi pemerintah.
Tentara telah terjadi lama berada di kedudukan yang tersebut bukan menguntungkan tetapi baru-baru ini memperoleh keuntungan dan juga sudah pernah merebut kembali wilayah dari RSF di area bagian berada dalam negara.
Sementara itu RSF telah dilakukan mengonsolidasikan kendali di area wilayah barat, menguatkan garis pertempuran dan juga menggerakkan negara menuju pemisahan secara de facto.
Melansir Al Arabiya, RSF berupaya untuk mendirikan pemerintahan paralel di area wilayah yang tersebut dikuasainya, meskipun hal itu tidak ada diharapkan akan mendapat pengakuan internasional yang digunakan luas.
RSF dengan cepat merebut istana presiden dalam Khartoum, sama-sama dengan seluruh kota, pasca peperangan meletus pada April 2023 melawan integrasi paramiliter ke di angkatan bersenjata.
Tentara membagikan video tentara yang bersorak di tempat halaman istana, jendela kacanya pecah juga dindingnya berlubang dikarenakan peluru. Gambar menunjukkan lapisan luar istana yang baru dibangun itu robek akibat ledakan.
Banyak warga Sudan menyambut baik pernyataan tentara bahwa mereka itu telah terjadi menguasai istana.
Baca Juga: Gencatan Senjata Versi Trump Jadi Pertaruhan Besar Putin






