Peringati Hari perempuan Internasional, astronaut wanita China kirim salam dari luar angkasa

Beijing – Wang Haoze, insinyur luar angkasa wanita pertama China yang dimaksud bekerja pada stasiun luar angkasa negara itu, menyampaikan salam terhadap para wanita serta anak perempuan di sebuah video yang tersebut dirilis oleh Badan Antariksa Berawak China (China Manned Space Agency/CMSA) pada rangka Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret.
"Saya berharap kalian bisa saja menjadi bulan yang tersebut bersinar, juga bintang yang mana berkilauan. Jadilah matahari kecil bagi diri sendiri, lalu tumbuhlah dalam musim semi yang dimaksud cerah dan juga menawan," ujar Wang pada video yang tersebut direkam dalam stasiun luar angkasa Tiangong yang tersebut sedang mengorbit.
Wang merupakan wanita China ketiga yang dimaksud berpartisipasi di misi penerbangan luar angkasa berawak.
Bersama dua astronaut Shenzhou-19 lainnya, Cai Xuzhe lalu Song Lingdong, Wang memulai misi luar angkasa berawak selama enam bulan pada 30 Oktober 2024.
Saat ini, merekan telah separuh jalan menyelesaikan perjalanan luar angkasa mereka, juga keberadaan mereka di area orbit "sibuk tetapi memuaskan," menurut Wang.
Dalam video tersebut, Wang mengatakan, pada waktu luang, ia rutin menatap bumi melalui jendela kecil. Planet biru ini kemudian luasnya alam semesta sungguh indah tak terlukiskan."
"Setiap kali saya melakukan ini, saya selalu teringat pada individu gadis tangguh di tempat Bumi yang mana percaya bahwa membaca dapat mengubah takdirnya. Dia tidak ada pernah menundukkan kepalanya juga menyerah meskipun menghadapi kesulitan. Dengan penuh keberanian, beliau memulai perjalanan luar angkasa menuju lautan bintang," ujar Wang.
"Dia adalah saya di area masa lalu, dan juga beliau juga adalah semua perempuan yang mempunyai mimpi dalam hatinya juga mengejarnya dengan tekad yang dimaksud kuat."

Lahir pada 1990 di tempat wilayah Luanping, Provinsi Hebei, China utara, Wang mendaftar ke Southeast University untuk mengambil jurusan energi termal serta teknik listrik setelahnya menyelesaikan ujian masuk perguruan tinggi nasional.
Setelah meraih peringkat magister, Wang bergabung dengan Akademi Teknologi Propulsi Penerbangan (Academy of Aerospace Propulsion Technology) pada bawah naungan China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) juga memulai kariernya di tempat bidang penelitian mesin roket.
Wang kemudian mendaftar pada proses seleksi kelompok astronaut ketiga negara itu. Dia menjadi satu-satunya wanita yang mana terpilih pada kelompok yang dimaksud lalu menjadi insinyur luar angkasa wanita pertama China.
Wang mengaitkan keberhasilannya di perjalanan luar angkasa dengan dorongan spiritualnya untuk bekerja tambahan keras dari orang lain.
Hingga ketika ini, para kru astronaut Shenzhou-19 telah dilakukan melakukan banyak besar eksperimen ilmiah juga uji teknologi di tempat orbit, dan juga bekerja identik dengan erat di dua kali aktivitas dalam luar wahana antariksa (extravehicular activity/EVA) atau spacewalk di area luar angkasa, menurut CMSA.






