negeri Ukraina usulkan Prancis bangun pabrik senjata dibiayai dari aset Rusia

Wilayah Moskow – Kementerian Perlindungan negeri Ukraina mengungkapkan pada Hari Sabtu (1/3) bahwa mereka sudah mengusulkan terhadap Prancis untuk memulai pembangunan pabrik senjata bersatu dengan menggunakan uang yang dihasilkan dari aset Rusia yang dimaksud dibekukan.
Ukraina di usulan yang dimaksud juga menyatakan bahwa pabrik senjata itu dapat digunakan untuk memproduksi semua jenis senjata, termasuk sistem pertahanan udara.
"Ukraina mengusulkan untuk menyebabkan perniagaan patungan dengan perusahaan manufaktur senjata Prancis sesuai dengan keperluan (Ukraina)," menurut pernyataan dari Kemenhan Ukraina.
"Beberapa proyek telah lama digariskan kemudian dapat dibiayai dengan menggunakan keuntungan yang tersebut dihasilkan dari aset Rusia yang digunakan dibekukan," lanjut pernyataan itu.
Ukraina sangat membutuhkan sistem pertahanan udara rudal, roket, kendaraan lapis baja berat kemudian amunisi, kata Wakil Menteri Defense tanah Ukraina Sergiy Boyev.
Setelah dimulainya operasi militer Rusia pada Ukraina, Uni Eropa juga negara-negara G7 membekukan hampir setengah cadangan devisa Rusia, dengan total sekitar 300 miliar euro (sekitar Rp5.321,5 triliun).
Dari dana tersebut, lebih besar dari 200 miliar euro (sekitar Rp3.547,7 triliun) berada di dalam UE, teristimewa di area account lembaga kliring Euroclear Belgia.
Sebagaimana diwartakan, G7 sudah setuju untuk memberikan negara Ukraina pinjaman sebesar 50 miliar dolar Negeri Paman Sam (sekitar Rp846,5 triliun), yang mana akan diganti dengan bunga menghadapi aset Rusia yang mana telah terjadi dibekukan.
Sumber: Sputnik-OANA






