Komisi I Sebut Revisi UU TNI Penting untuk Kebutuhan Keamanan Modern

JAKARTA – Anggota Komisi I DPR Gavriel Novanto mengungkapkan, salah satu aspek utama di revisi UU TNI adalah penegasan batasan yang lebih besar rigid terhadap peran TNI pada luar tugas-tugas pertahanan. Hal itu penting agar tidaklah terjadi tumpang tindih kewenangan juga menguatkan profesionalisme TNI.
“Revisi ini untuk meyakinkan bahwa prajurit berpartisipasi hanya saja dapat menduduki jabatan tertentu sesuai dengan ketentuan yang tersebut ditetapkan, sehingga tak terjadi tumpang tindih kewenangan dengan instansi lain,” kata Gavriel, Kamis (13/03/2025).
Mengenai perasaan khawatir kembalinya dwifungsi TNI sebagai akibat revisi UU TNI, Gavriel menjelaskan, DPR masih berazam menjunjung tinggi supremasi sipil. Menurut Gavriel, revisi UU TNI ini justru hendak mengatur batasan yang tersebut jelas mengenai kedudukan serta tugas-tugas pokok TNI, termasuk kementerian atau lembaga apa semata yang dimaksud boleh diisi oleh prajurit aktif.
“Sebenarnya belaka perluasan saja. Penambahannya pun sangat terbatas, belaka ditambah 5, sebab UU TNI yang dimaksud berlaku pada waktu ini sudah ada mengatur ada 10 lembaga sipil yang dimaksud boleh diisi oleh prajurit aktif,” jelas Gavriel.
Selain itu, kata Gavriel, revisi UU TNI juga akan menyesuaikan batas usia pensiun prajurit yang mana diatur berdasarkan kepangkatan masing-masing. Pendekatan ini dijalankan untuk menghindari stagnasi di sistem kepemimpinan, dan juga memperlancar proses regenerasi di dalam tubuh TNI.
Menurut Gavriel, penyesuaian usia pensiun ini juga perlu dijalankan untuk mencerminkan penghargaan berhadapan dengan pengabdian prajurit di menjaga kedaulatan negara.
“Jika batas usia pensiun diseragamkan untuk semua tingkatan, justru akan menghambat dinamika organisasi dan juga pembinaan karier prajurit, dan juga bisa saja membebani keuangan negara,” ujar Gavriel.
Gavriel berharap revisi UU TNI ini dapat diterima oleh publik luas oleh sebab itu bertujuan untuk menguatkan profesionalisme TNI, menyesuaikan dengan keinginan pertahanan modern, juga melakukan konfirmasi keberlanjutan kepemimpinan yang tersebut efektif di institusi TNI.






