organisasi Hamas sebut ada sinyal positif negosiasi tahap dua gencatan senjata

Daerah Gaza – gerakan Hamas pada Hari Sabtu (8/3) menyatakan ada sinyal positif terkait negosiasi untuk tahap kedua perjanjian gencatan senjata di dalam Gaza.
Juru Bicara organisasi Hamas Abdul Latif Al-Qanou mengungkapkan pada pernyataan pers bahwa "upaya mediator Mesir lalu Qatar sedang berlangsung untuk memfinalisasi implementasi perjanjian gencatan senjata juga memulai negosiasi untuk tahap keduanya, dengan indikator positif yang mengarah ke sana".
Dia menekankan kesiapan kelompok Hamas untuk terlibat di negosiasi ini dengan cara yang dimaksud sesuai dengan tuntutan rakyat Palestina. Jubir yang dimaksud juga menyerukan pengintensifan upaya untuk memberikan bantuan kemanusiaan ke Jalur Daerah Gaza juga mencabut blokade Israel.
Sementara itu, penasihat kepala biro urusan politik gerakan Hamas Taher al-Nunu mengumumkan bahwa delegasi Hamas, yang tersebut dipimpin oleh Ketua Dewan Pimpinan kelompok Hamas Mohammad Darwish, sudah tiba di dalam Kairo. Menurut al-Nunu, delegasi yang disebutkan akan mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Mesir mengenai poin-poin hasil konferensi tingkat tinggi (KTT) Arab baru-baru ini dan juga cara-cara penerapannya.
Diskusi yang disebutkan juga akan berfokus pada perlunya melanjutkan tahap kedua dari perjanjian gencatan senjata, kata al-Nunu.
Delegasi gerakan Hamas tiba di area Kairo pada hari terakhir pekan (7/3) untuk melaksanakan pembicaraan mengenai pelaksanaan syarat-syarat kesepakatan gencatan senjata Kawasan Gaza dan juga mengupayakan perundingan tahap keduanya, menurut pernyataan Layanan Berita Negara Mesir.
Kesepakatan gencatan senjata Wilayah Gaza tiga tahap antara negeri Israel serta Hamas, yang dimaksud dijembatani oleh Mesir, Qatar, lalu Amerika Serikat, mulai berlaku pada 19 Januari. Negosiasi untuk tahap kedua kesepakatan yang disebutkan terhambat setelahnya tahap awal selama 42 hari berakhir pada 1 Maret.
Mesir telah dilakukan mengintensifkan upaya diplomatik untuk mewujudkan gencatan senjata Daerah Gaza kemudian memajukan rekonstruksi jalur tersebut. Pada Selasa (4/3), Mesir menjadi tuan rumah KTT darurat Arab kemudian mengusulkan rencana rekonstruksi Daerah Gaza tanpa relokasi warga senilai 53 miliar dolar Amerika Serikat (1 dolar Amerika Serikat = Rp16.315).





