Mentan: Hari libur tetap saja rapat demi raih swasembada pangan

DKI Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan hari libur tidak halangan bagi kinerja pertanian, demi mencapai swasembada pangan yang digunakan dapat memperkuat ketahanan pangan dan juga kesejahteraan publik Indonesia.
Mentan pada waktu menyelenggarakan rapat sama-sama seluruh jajarannya di tempat Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Minggu, menekankan semangat kerja bukan boleh kendur meskipun pada kondisi berpuasa.
"Tidak ada tanggal merah bagi jajaran Kementan. Hari libur kemudian puasa tidak alasan, kita harus tetap memperlihatkan semangat kemudian berdedikasi untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional,” kata Mentan.
Meskipun bertepatan dengan hari libur kemudian masih pada suasana awal ibadah puasa, Mentan masih berjanji untuk melakukan konfirmasi kinerja sektor pertanian berjalan optimal.
Dalam rapat tersebut, Mentan mengeksplorasi progres kinerja Kementerian Pertanian sejak awal tahun 2025 dan juga langkah strategis yang tersebut perlu diambil di beberapa bulan ke depan.
Ia juga memacu jajarannya untuk terus melakukan akselerasi guna mencapai target peningkatan produktivitas dan juga pencapaian swasembada pangan.
“Saya apresiasi bapak/ibu melawan kinerja baiknya hingga ketika ini. Saya meminta-minta bapak/ibu masih fokus pada menjalankan tugas guna menggerakkan peningkatan produktivitas kemudian pencapaian swasembada pangan seperti arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ucapnya.
Beberapa topik yang mana menjadi fokus rapat yang dimaksud meliputi realisasi distribusi bantuan alat kemudian mesin pertanian (alsintan), benih juga pupuk, dan juga pengelolaan sumber daya manusia (SDM) untuk mendongkrak produksi pertanian pada beberapa bulan ke depan.
Mentan meyakini bahwa hasil tiada akan mengkhianati usaha. Ia mengungkapkan bahwa sektor pertanian Indonesia berada di kondisi aman berkat kerja keras semua pihak, termasuk petani hingga jajaran Kementan.
“Bapak/ibu ketika ini negara lain seperti Malaysia, Filipina, Negeri Sakura sedang mengalami krisis pangan beras. Bahkan parlemen Tanah Melayu memohonkan pemerintahnya belajar ke Indonesia. Ini adalah adalah kebanggaan kita juga kita harus terus membuktikan bahwa pertanian Indonesia semakin baik,” jelasnya.
Selain itu, Mentan juga menegaskan bahwa sinergi juga kerja keras dari seluruh elemen sangat dibutuhkan agar sektor pertanian Indonesia semakin forward lalu berdaya saing.
"Dengan semangat kerja yang digunakan tinggi, Kementerian Pertanian terus berupaya mewujudkan kemandirian pangan dan juga kesejahteraan petani pada seluruh Indonesia," kata Mentan.






