Lima Mata akan Buta Tanpa Bantuan Amerika Serikat

LONDON – Badan intelijen Inggris dilaporkan mulai “menjatah” informasi apa yang akan diteruskan ke Amerika Serikat (AS) setelahnya pemilihan Donald Trump.
Tak hanya saja itu, tindakan Trump yang digunakan “menghancurkan” Presiden tanah Ukraina Volodymyr Zelensky di tempat Gedung Putih bulan lalu telah lama memicu pembicaraan tentang pakta ‘pemisahan’ ‘Four Eyes’ untuk berbagi intelijen.
Sputnik menghubungi spesialis intelijen militer Amerika Serikat terkemuka untuk perincian tentang apa yang digunakan kemungkinan besar terjadi.
Sumber menyatakan untuk The Mail pada hari Hari Minggu bahwa meskipun kerja sejenis untuk menyadap komunikasi elektronik bisa saja jadi ‘sulit untuk dipisahkan’, intelijen manusia oleh agen pada lapangan dapat dicegah untuk dibagikan dengan AS, teristimewa “intelijen mentah, yang mana dapat sangat mengungkap sumber jikalau jatuh ke tangan yang digunakan salah.”
Sementara itu, sumber diplomatik mengungkapkan untuk surat kabar itu bahwa badan intelijen Negeri Paman Sam “dalam keadaan panik” berhadapan dengan pendekatan Trump, lalu secara bergerak menghancurkan berkas-berkas tentang aset pada Rusia.
Five Eyes Tanpa Amerika Serikat Tidak Berarti Apa-apa
“Pangsa Negeri Paman Sam sangat besar,” ungkap pensiunan Letnan Kolonel Angkatan Darat Amerika Serikat Earl Rasmussen untuk Sputnik.
“Hanya sedikit yang digunakan akan dimiliki Five Eyes yang tersebut tersisa tanpa AS,” ujar pengamat yang dimaksud mencatat, menyoroti Amerika menyediakan:
Pertama, kemampuan intelijen sinyal yang sangat besar (SIGINT) termasuk informasi dari satelit (sekitar 5.000 dari sekitar 8.000 satelit dunia adalah milik Amerika), menurut perkiraan Rasmussen.
Kedua, umpan militer dari Badan Intelijen Keamanan AS. Ketiga, intelijen manusia yang dimaksud substantive.
Keempat, kemampuan pengumpulan kemudian analisis info sumber terbuka waktu nyata.
Kelima, intelijen keamanan melalui kerja sejenis antara FBI kemudian analog sekutu Five Eyes.
Jika Five Eyes bubar, Rasmussen tak mengesampingkan kemungkinan pembentukan aliansi baru yang tersebut berbagi intelijen regional, seperti: Australia serta Selandia Baru bermitra dengan Jepun juga Korea Selatan; Inggris meningkatkan kerja mirip intelijen dengan Prancis serta Jerman.
“Mengenai jangkauan global, fusi informasi, pengalaman massa, alat analitis yang mana umum dioperasikan oleh Five Eyes…hampir semua yang mana utama dioperasikan sepenuhnya oleh Amerika Serikat, atau melalui operasi bersatu dengan Amerika Serikat dan juga (negara) lain,” simpul pengamat tersebut.






