Magomed Ankalaev Kalahkan Alex Pereira pada UFC 313

Jamahal Hill memberikan prediksi mengejutkan untuk pertarungan perebutan penghargaan antara Alex Pereira juga Magomed Ankalaev di area UFC 313, akhir pekan ini. Mantan juara kelas berat ringan UFC itu menjagokan Ankalaev untuk mengalahkan sang juara bertahan.
“Saya tahu saya akan dibenci sebab ini, tapi saya tetap saja pada pembangunan saya. Saya memilih Magomed,” ujar Hill di podcast War Council disitir dari GiveMeSport, hari terakhir pekan (7/3/2025).
Pertarungan ini diprediksi akan menjadi ujian terberat bagi Pereira, yang dimaksud harus menghadapi Ankalaev dengan rekor 13 pertarungan tak terkalahkan. Ankalaev juga memiliki pengalaman bertarung untuk gelar kejuaraan juara, setelahnya sebelumnya bermain imbang melawan Jan Blachowicz dalam UFC 282.
Hill, yang pernah mengalahkan Glover Teixeira untuk merebut penghargaan juara, harus melegakan gelarnya oleh sebab itu cedera. Pereira kemudian merebut gelar kejuaraan yang digunakan kosong yang dimaksud dengan mengalahkan Jiri Prochazka di dalam UFC 295.
Hill mengakui bahwa Pereira miliki kekuatan pukulan yang digunakan dahsyat, namun ia yakin Ankalaev miliki lebih tinggi sejumlah cara untuk meraih kemenangan. “Dia (Ankalaev) memiliki kecepatan, kecepatan di serangan balik. Dia pernah berada pada kedudukan ini sebelumnya. Saya yakin ia akan terpencil lebih lanjut fokus dan juga fokus untuk ini,” kata Hill.
Pereira Berpeluang Pecahkan Rekor Jon Jones
Jika Pereira berhasil mempertahankan gelarnya dalam UFC 313, ia akan memecahkan rekor Jon Jones sebagai petarung tercepat yang digunakan berhasil mempertahankan sabuk juara kelas berat ringan sebanyak empat kali.
Sementara itu, Hill sendiri berambisi untuk kembali ke perebutan penghargaan juara pasca mengalami dua kekalahan beruntun dari Pereira serta Prochazka. Ia mengakui bahwa ia terburu-buru menerima tawaran pertarungan melawan Pereira di tempat UFC 300.
“Saya terburu-buru menerima pertarungan dengan Pereira pada UFC 300 untuk mengungguli Ankalaev di urutan kekuasaan,” imbuh Hill.






